It all starts with

Family

From Our family's recipe to Yours

Ny Subekti
Bp. Suwardjono (Alm) dan Ibu Subekti generasi ke IV

Saya lahir pada 16 Juni 1951 anak kedua dari 7 bersaudara, di Nduri Kalasan Sleman, Yogyakarta. Cicit dari Mbok Berek Ronoprawiro, jadi saya adalah generasi ke IV Mbok Berek. anak dari Mohammad Amin dan Ibu Surtini. Ketertarikan saya dalam dunia kuliner, dimulai sejak kelas 3 di sekolah dasar. Kesukaan memasak Ayam menjadi motivasi dan bercita-cita akan membuka rumah makan kelak di kemudian hari. Saya ikut Ibu saya pindah membuka Rumah Makan di depan pasar Prambanan, sambil sehari-harinya bersekolah yang berjarak cukup jauh. Dari tempat tinggal di Prambanan ke SD di Kalasan hanya dengan berjalan tiap hari ke sekolah tanpa alas kaki, hal itu tidak menyurutkan semangat saya, mulailah saya menyalurkan bakat dan lebih mengenal usaha kuliner dari sejak kecil. Waktu berlalu hingga SMP saya mengenal seorang pria anak tunggal dari keluarga besar ABRI pada saat itu, dan gemar dunia kuliner. Pak Soewardjono, sifatnya yang rajin dan ulet dan tipe pekerja keras, membuat saya lebih perhatian, dari teman laki-laki lainnya yang saya yang kenal. Hubungan kami lambat laun makin erat karena sering bertemu dengan datang ke Rumah Makan membantu membersihkan ayam dan bikin sambel. Selulus dari SMA Kalasan, kami menikah,

Karena pada saat itu disarankan Mertua untuk ikut pindah ke Padang. Akhirnya saya ikut suami yang sedang kuliah sambil usaha membuka bisnis catering, dengan menyewa sebuah Ruko di lantai dua kawasan Simpang Haru Rindam, kota Padang. Setahun kemudian ada kabar dari Prambanan bahwa Ayah saya telah tutup usia. Hati saya sangat terpukul dan selalu berniat ingin kembali ke Yogyakarta karena lama tidak berkomunikasi dengan keluarga besar. Kesempatan itu terwujud setahun kemudian. Namun berkat dorongan Ibu saya Surtini, serta saran-saran dari Kakangmas Subagyo dan sepupu dari suami saya Agus Ngalian, supaya memulai usaha buka Rumah makan dan terlebih karena di Semarang belum ada Rumah Makan Mbok Berek di waktu itu. Maka atas jasa mereka,  kami menemukan tempat untuk mendirikan rumah makan, yang hingga kini dikenal sebagai Rumah Makan Mbok Berek Ny. Subekti.

Bermodalkan Seuntai Kalung dan Hasil Jual Vespa.
Kami mulai membuka usaha di tahun 1977 bertempat dipinggir jalan Jendral Sudirman, Semarang. Dengan bermodal hasil jual seuntai Kalung dan hasil menjual Vespa suami, serta ditambah modal dari Ibu tercinta Hj. Surtini. Saya dan suami mulai merintis membuka Rumah Makan Ayam Goreng Panas, dengan nama Mbok Berek Ny. Subekti. Hari demi hari, saya tekuni dalam memasak dan menyajikan menu makanan yang khas serta diminati oleh banyak kalangan. Yang mana semakin hari makin ramai. Banyak pengunjung dan banyak pula pesanan dalam bentuk besek, selama kontrak pertama lima tahun. Selanjutnya saya pindah ke rumah yang lebih besar, yang sudah menjadi milik sendiri. Hal inilah yang membuat saya dan suami lebih bersemangat untuk membuka cabang cabang Rumah Makan kami di beberapa tempat yang tersebar di kota Semarang. Saya kini adalah Grandma sekaligus Eyang dari lima orang remaja putri, tiga diantara cucunda lahir dan besar di Amerika hingga remaja yang kini mengisi kehidupan saya di Semarang.

Traditions and Culture of

Mbok Berek - Ny. Subekti